Salah satu pertanyaan paling umum yang kami terima adalah: harus pilih sistem on-grid atau off-grid? Jawabannya tergantung pada kebutuhan dan situasi Anda.
Sistem On-Grid
Cara kerja: Panel surya terhubung ke jaringan PLN. Kelebihan produksi diekspor ke PLN (bisa dapat kredit), kekurangan dipasok dari PLN.
Kelebihan: Tidak perlu baterai (lebih murah), tidak pernah kekurangan listrik, bisa ekspor ke PLN.
Kekurangan: Mati saat PLN padam (tanpa baterai backup), perlu izin SPLU dari PLN.
Cocok untuk: Rumah di kota dengan PLN stabil, ingin hemat tagihan listrik, budget terbatas.
Sistem Off-Grid
Cara kerja: Panel surya mengisi baterai, baterai mensuplai listrik. Tidak terhubung ke PLN sama sekali.
Kelebihan: Mandiri dari PLN, tetap beroperasi saat mati listrik, cocok daerah terpencil.
Kekurangan: Butuh baterai (biaya lebih tinggi), kapasitas terbatas oleh ukuran baterai.
Cocok untuk: Daerah tanpa jaringan PLN, sering mati listrik, ingin kemandirian energi penuh.
Rekomendasi Kami
Untuk mayoritas rumah tangga perkotaan Indonesia: pilih on-grid. Investasi lebih rendah, balik modal lebih cepat (3-5 tahun vs 7-10 tahun untuk off-grid).