Salah satu pertanyaan paling umum yang kami terima adalah: harus pilih sistem on-grid atau off-grid? Jawabannya tergantung pada kebutuhan dan situasi Anda.
Sistem On-Grid
Cara kerja: Panel surya terhubung ke jaringan PLN. Listrik dari panel dipakai langsung di rumah, dan bila produksinya kurang, kekurangannya dipasok PLN. Kelebihan produksi yang masuk ke jaringan saat ini tidak mendapat kredit ekspor atau potongan tagihan, sehingga desain sistem diarahkan agar produksinya terpakai sendiri (self-consumption).
Kelebihan: Tidak perlu baterai, pasokan listrik tidak pernah kurang karena PLN menutup kekurangannya, dan perangkatnya lebih sederhana.
Kekurangan: Mati saat PLN padam bila tanpa baterai cadangan, dan kelebihan produksi terbuang bila tidak ada pemakaian yang menyerapnya pada saat itu.
Cocok untuk: Rumah di kota dengan PLN stabil, ingin hemat tagihan listrik, budget terbatas.
Sistem Off-Grid
Cara kerja: Panel surya mengisi baterai, baterai mensuplai listrik. Tidak terhubung ke PLN sama sekali.
Kelebihan: Mandiri dari PLN, tetap beroperasi saat mati listrik, cocok daerah terpencil.
Kekurangan: Butuh baterai (biaya lebih tinggi), kapasitas terbatas oleh ukuran baterai.
Cocok untuk: Daerah tanpa jaringan PLN, sering mati listrik, ingin kemandirian energi penuh.
Rekomendasi Kami
Untuk mayoritas rumah tangga perkotaan Indonesia: pilih on-grid. Investasi awalnya lebih rendah karena tidak memakai baterai. Lama balik modal bergantung pada tarif listrik yang Anda bayar, pola pemakaian harian, dan biaya pemasangan, sehingga tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua rumah. Anda dapat menghitungnya sendiri memakai alat Hemat Listrik dan ROI di platform ini.
Sebelum Memutuskan, Jawab Tiga Pertanyaan Ini
Rekomendasi umum di atas perlu diuji dengan keadaan Anda sendiri. Tiga pertanyaan berikut membantu:
- Apakah rumah Anda terjangkau jaringan PLN, dan seberapa sering listrik padam? Bila jaringan tidak ada, atau padam sering dan lama, kebutuhan cadangan menjadi pertimbangan utama.
- Kapan listrik paling banyak dipakai? Pemakaian di siang hari cocok dengan panel surya, sedangkan pemakaian malam hari membutuhkan penyimpanan atau pasokan dari PLN.
- Apa tujuan utama Anda? Menekan tagihan, punya cadangan saat padam, dan mandiri sepenuhnya adalah tiga tujuan yang mengarah ke sistem yang berbeda.
Mengapa Jam Pemakaian Begitu Menentukan
Panel surya hanya menghasilkan listrik ketika ada cahaya matahari. Pada sistem on-grid tanpa baterai, listrik dari panel langsung dipakai di rumah pada siang hari, dan malam hari kebutuhan dipasok PLN. Pada sistem off-grid, listrik siang hari harus disimpan di baterai untuk dipakai malam hari, sehingga ukuran baterai menjadi bagian terbesar dari perencanaan.
Berikut contoh hitungan dengan asumsi yang jelas. Anggap sebuah rumah memakai 10 kWh per hari, dengan 4 kWh dipakai pada siang hari dan 6 kWh pada malam hari. Angka ini hanya contoh, bukan data rumah Anda. Pada on-grid tanpa baterai, panel dapat menutup bagian siang yang 4 kWh, sedangkan 6 kWh malam tetap dari PLN. Pada off-grid, baterai harus menyimpan setidaknya 6 kWh untuk malam hari, ditambah cadangan untuk hari mendung. Baterai juga sebaiknya tidak dikosongkan sampai habis agar umurnya terjaga, sehingga kapasitas yang dipasang perlu lebih besar dari 6 kWh. Batas pengosongan ini disebut Depth of Discharge (DoD).
Kesalahpahaman yang Sering Muncul
- "Sistem on-grid tetap menyala saat PLN padam." Umumnya tidak. Inverter on-grid biasanya berhenti ketika jaringan padam untuk melindungi petugas yang sedang memperbaiki jaringan. Untuk tetap menyala saat padam, Anda memerlukan baterai dan inverter yang mendukungnya.
- "Off-grid pasti lebih hemat karena lepas dari PLN." Belum tentu. Baterai dan komponen tambahan menambah investasi, dan baterai perlu diganti pada waktunya.
- "Dengan baterai, tagihan pasti nol." Hasilnya bergantung pada ukuran sistem, pola pemakaian, dan cuaca.
Bagaimana dengan Hybrid?
Sistem hybrid menggabungkan keduanya: tetap tersambung ke PLN dan memiliki baterai sebagai cadangan. Pilihan ini cocok bila Anda ingin listrik tetap menyala saat padam, tetapi tidak ingin lepas dari jaringan. Artikel kami "On-Grid, Off-Grid, atau Hybrid" membahasnya lebih lengkap.
Mencoba Sendiri di SOLARakyat
Anda dapat mencoba perhitungannya lewat menu Tools: Kalkulator Hemat Listrik untuk memperkirakan penghematan tagihan dari sistem on-grid, dan Battery Bank untuk memperkirakan jumlah baterai bagi kebutuhan harian dengan otonomi tertentu. Untuk rencana yang lebih rinci, buat sebuah Project dan jalankan modul Desain Sistem. SOLARakyat adalah platform edukasi dan perencanaan, bukan kontraktor. Hasil perhitungan berguna sebagai bahan diskusi dengan instalatur, dan pemasangan sebaiknya dikerjakan tenaga profesional.
Ringkasan
- On-grid cocok bila PLN andal dan tujuan Anda menekan tagihan.
- Off-grid cocok bila jaringan tidak tersedia atau kemandirian penuh adalah tujuan.
- Hybrid cocok bila Anda ingin tetap tersambung tetapi butuh cadangan.
- Hitung dulu jam pemakaian listrik di rumah Anda sebelum memilih.
Aturan penyambungan ke jaringan PLN dapat berubah. Periksa ketentuan terbaru ke PLN atau melalui instalatur Anda.